Seni Melempar Bola
Pernah main sepak bola? atau bulu tangkis mungkin? Atau jangan-jangan ga pernah olah raga sama sekali??
Kalau kita liat, setiap pemain pasti langsung menangkis atau menendang bola begitu bola itu sampai kepadanya. Yang ingin aku bicarakan, bisa jadi adalah sesuatu yang penting dalam dunia kerja, sesuatu yang ga kita sadari terjadi dan harus kita biasakan, dan bisa jadi nyentil banget buat pembaca yang sudah biasa punya attitude "lempar bola". Ini semata pandangan pribadi, dan semoga tidak ada yang tersinggung yah
Semoga aku tetep bisa nulis dengan pandangan obyektip ![]()
Setuju ga kalau aku bilang, kebanyakan orang yang bekerja menerapkan seni melempar bola? Begitu ada tanggung jawab yang diberikan ke kita, kita buru-buru selesaikan bagian kita, lalu kita lempar tanggung jawab ke pihak selanjutnya yang berwenang. "Mau tuh tanggung jawab dilaksanakan sama pihak tersebut atau ga, yang penting bagian gw selesai!"
Well, buatku, tanggung jawab bukan seperti sepak bola, yang bisa dilempar seenaknya. Bahkan dalam sepak bola pun, kita liat dulu kan, ke mana bola kita akan dialihkan. Kalau ga ada yang bisa nerima bola kita, yah kita giring aja ke tujuan kita, yaitu gawang lawan. Sekarang, kalau kita bandingin sama kerjaan kita, mungkin jalan yang paling enak untuk kita, yah selesaikan tugas kita, terus kita alihkan selanjutnya ke orang yang seharusnya. Misalnya dalam suatu tugas, kita bertanggung jawab untuk melakukan A, lalu setelah itu bagian B bisa dikerjakan oleh X, bukan berarti setelah kita menjalankan A, lalu kita bisa lepas tangan, "kalo belon selesai di X, yah itu salah dia.." Saat kita terlibat di suatu tugas, sebenernya kita punya andil, besar ataupun kecil. Mau kita dianggap berperan atau pun tidak oleh orang lain, kita punya amanah. Jadi jika tugas itu selesai dengan baik, maka kita juga bisa merasakan percik keberhasilan. Dan, kalau tugas itu ga selesai di X, itu juga salah kita, karena kalau saja kita bisa melihat keadaan dan memposisikan diri kita melihat secara luas, maka harusnya kita bisa 'menggiring bola' ke tujuan yang memang direncanakan dari awal. Bukan berlomba mencari siapa yang salah atau benar, maupun berstatus don't care.
Memang betul, kadang kita ga punya waktu untuk berpikir untuk 1 tugas itu saja, dan akhirnya yang penting buat kita; bagian kita selesai, selanjutnya bagian orang.. Tapi bagaimana jika orang itu memang sedang tidak siap menerima "bola" dari kita? belum siap melanjutkan menggiringnya menuju gol? Apa akibatnya kalau kita kasih juga tuh "bola"? lepas ke tangan lawan bukan? yang berarti gagal mencetak gol bukan??! ![]()
Pertanyaan yang muncul, "lho terus gimana kalo gw harus mencetak gol untuk banyak bola? kan ga bisa kalo gw yang giring semua bola itu kan? harus di-over dong.." setiap orang hidup dihadapkan dalam pilihan. Pilihan di tangan kita, kita pengen sekaliiiiii saja mencetak gol atau memastikan satu bola bisa gol, atau mengemban resiko bahwa bisa jadi semua bola itu tidak gol karena kita lepas tangan setelah bagian kita selesai. Life has never been easy ![]()
Sayang yah... kalau ternyata di dunia kerja, hampir semua orang masih menerapkan seni "melempar bola", padahal bisa jadi kita menjadi pencetak gol. Kalaupun kita tidak jadi pencetak gol, yang namanya gol, kita tetep dapat hadiah di dalam tim bukan? kemenangan hati
Semoga kita bisa tetep memegang prinsip dan pribadi kita. Toh tidak semua hal yang terlihat benar, adalah baik, dan tidak semua hal yang terlihat baik, adalah benar... ![]()
n.b. semoga aku belum khilaf, berlaku egois dalam team work yah. kalau ada yang pernah kecewa, mohon maaf.. jangan kapok team work ma gw ![]()

