Monday, July 31, 2006

Pertanyaan lulus

Pertanyaan:
Nilam, mau lulus 3,5 atau 4 tahun?

Waktu itu gw da pernah post masalah dilema ini, masih jadi pikiran gw sampe sekarang. gw tanya ke diri gw sendiri:
apa alasan yg menahan gw untuk menunda lulus?

kalau kaya senior gw yang baik dan pinter itu, hehe.. untuk tetap mengurus POSA, bersedia lulus 4 tahun di mana dia bisa aja lulus 3,5 tahun, wah.. dedicated sekali..
Nah gw? itu masih jadi pemikiran gw.

Kadang gw denger keluhan:
aa.. ngapain si lulus cepet-cepet? bareng-bareng aja..
ehmm.. hehe.. waktu itu gw ga me-respond. tapi saya rasa kalau anda punya peluang untuk lulus lebih cepat, anda ga mungkin mengeluh seperti itu.

sekarang kita balik keadaannya..
andai saya mengikuti saran anda dan saya sedang apes, ternyata yang seharusnya 4 tahun, jadi 4,5 tahun. (amit-amit, amit-amit!!)
sekarang yang berpeluang lulus lebih cepat itu anda, yaitu 4 tahun, tinggal tunggu wisuda. kalau mau 4,5 tahun, anda bisa saja mencuci nilai2 anda biar lebih bagus.

sekarang saya mengatakan hal yang sama:
aa.. ngapain si lulus cepet-cepet? bareng-bareng aja..
saya yakin 0,001 % kemungkinan anda akan mengikuti saran saya.
dann.. hmm.. mungkin dalam hati anda ada rasa ingin bilang:
"pale lo!! sekate-kate.. gw bisa dipecat dari jabatan anak sama orang tua gw.." atau, "idih! males banget, orang gw tinggal nunggu wisuda.."

jangan bilang 3,5 dan 4 dengan 4 dan 4,5 beda masalah. Intinya sama.
bedanya hanya untuk masalah 4 dan 4,5, lebih sedikit ada kemungkinan jawaban untuk pertanyaan: apa alasan yg menahan gw untuk menunda lulus?.

gw ga menyalahkan keluhan itu.. tapi akan lebih baik jika ada alasan yg lebih bermakna dibanding hanya emosi sesaat.
kita coba tempatkan diri di posisi orang lain, dan saat kita bisa menjawab pertanyaan untuk diri kita sendiri, mungkin jawaban itu yang bisa dikatakan ke orang yg bersangkutan untuk membantu orang itu menjawab pertanyaannya ke dirinya sendiri. yuuu' ☺

Thursday, July 27, 2006

Kenapa "terserah" Dibenci??

kenapa orang ga suka jawaban terserah? (ini menurut gw)
A: "lo maunya ke mana?"
B: "terserah"
A: "ke X deh.."
B: "ah jangan, ke Y ajah"
hmm.. ga ditabok uda untung! wakakak..
engga deng, cuma ya.. katanya terserah, tapi giliran dikasi keputusan, malah buat pilihan sendiri atau ga rela ngejalaninnya.
terserah = not my choice, but yours.
jadi kalau bilang terserah, pikir dulu. kalau siap ngejalanin apa keputusan orang, baru deh. gw gitu kok, tenang aja. gw tau resiko dari kata terserah. soalnya gw juga agak sebel kalau orang ngomong terserah ke gw tapi nantinya ga rela ngejalaninnya. ujung2nya BT!
gw lebih suka, orang bilang "terserah, tapi jangan A". jadi jelas, kalau A dia uda pasti ga setuju. Mengurangi jumlah keputusan yang mungkin gw buat.
Sebelnya itu, karena gini.. "mikir keputusan itu ga gampang, uda dibuatin keputusan, tapi ga dihargai.. mempermudah kaga, mempersulit iya!"
just a reflection for today.. ☺

Monday, July 24, 2006

Choice

Life has many choices
choice to give up..
choice to make up..
choice to understand..
choice to care..
when have they come?
or when they can be choosen?
the real second is when we feel unable to choose.
that second, when they were very clear.
and when we choose nothing, it is the unrealized moment of our seconds of life.
we've make a choice, haven't we?

Thursday, July 20, 2006

semangat !!! @_@

gimme 5 minutes to write this post, please! :)
yahaha.. yuhu.. dah hari ke-4 ngantor! ciye ilah! ngantor! :P
kemarin sampe ga enak badan gara2 malemnya abis balik uda tepar. hmm.. terus tadi pagi ngejatuhin monitor butut properti kantor. entah deh bakal suruh ganti atau ga.. tapi orang2 ga pada kasih respond. cuma senyum doang :) gw nya yang uda ngerasa bersalah sampe setelah makan siang.. walau temen2 dah pada bilang, "uda butut ini.. gapapa lha.."
hmm, hope minggu ni dah bisa nge-database. yahoow..
duh, masih ada 2 bulan lagi. untung rame2, coba kalau sendiri.. wah bisa gila gw!
semangat !!! @_@

Monday, July 10, 2006

Brave HEART!

Adegan yang paling membuat saya tertegun itu.. waktu William Wallace menghukum mati jaksa setempat yang sebelumnya menghukum mati istri dari William Wallace karena ga mematuhi hukum pemberian prima noctes yang menurut saya.. 'ga banget! Waktu itu, ga ada basa-basi lama-lama.. langsung leher jaksa itu ditebas seperti halnya jaksa itu menghukum mati istrinya. Huehehe..
Sebenernya.. sejauh mana seseorang bisa punya hati yang berani?
Seseorang kadang bisa sangat berani setelah merasakan ketakutan yang sangat besar.. ada titik batas di mana semua itu menjadi sebaliknya.. takut untuk mengalami sesuatu yang sudah atau belum pernah dialami. Benarkah?..
Seseorang berani untuk melanggar hukum karena takut kesusahan mematikannya.
Seseorang berani menjadi pahlawan karena takut bangsanya terus dijajah.
Seseorang berani bunuh diri karena takut menghadapi kenyataan.
Seseorang berani mengambil kesempatan karena takut kesempatan itu tidak ada lagi.
Saya berani tulis hal ini karena saya takut salah memahami arti keberanian itu sendiri.

Monday, July 03, 2006

Biar hemat!!

Everytime you go away..
You take a piece of me with you..

Everytime You Go Away - Paul Young


gw suka dengerin lagu ini, jadi inget Anthony Fedorov di American Idol. sayang harus dieliminasi.. :(
okeh, back to the topic, hmm.. gw gatau berhasil atau ga.. tapi selama ini, ada cara yang gw terapin ke diri sendiri biar bisa hemat, dan ini berhasil untuk gw.
pertama, gw jatah tiap hari pengeluaran gw berapa.. misalnya gw keluar Rp. 8,500 untuk satu hari. Dari mana? 12,000 x 5 / 7 = app 8,500 kan?! :D Dikali 5/7 karena hari-hari pengeluaran terbesar, yaa.. senin - jumat. biar gampang ngitungnya, jadiin per hari dalam satu minggu. yaa berhubung masih belum kerja tetap, jadi pengeluaran sabtu minggu masih dari duit orang tua.. lagipula jarang banget melakukan pengeluaran sabtu minggu..
kedua, gw kasih jatah ke diri sendiri sekitar 3 bulan, misal 8,500 x 90 hari = 765,000. Itu sebagai pegangan, entah dalam bentuk tabungan atau uang nyata. Nanti, kalau lagi ada waktu senggang atau uang mulai terasa menipis, misal baru sekitar 2,5 bulan, gw hitung 8,500 * 75 hari = 637,500. Sisa uang setelah 75 hari seharusnya 127,500. Kalau ternyata uang di tangan gw sisanya 180,000, berarti gw sudah berhemat 52,500.. bisa ditabung, hehe.. suatu prestasi!! Kalau ternyata di tangan gw 100,000, gw anggap gw berhutang sama diri sendiri sebanyak 27,500.. dan ini harus gw bayar.
Cara bayarnya gimana? dengan lebih mengendalikan diri lagi dalam pengeluaran. Misalkan untuk bulan mendatang, gw bisa berhemat 28,000, yaa berarti hutang 27,500 itu terbayar. sebuah prestasi lagi.. bisa bertanggung jawab sama keborosan diri sendiri.. dan sisa 500 bisa ditabung, prestasi lagi kan?
Tapi untuk beli buku atau kebutuhan belajar yang tak terelakkan, gw pake simpanan yang terpisah dari budget itu. Karena itu di luar prediksi gw..
Kalau lagi mau hedon, yaa.. gw pikir2 itu sebagai hutang ke diri sendiri, kalau bisa terbayar nanti atau ada budget untuk menggantinya, boleh lha.. sekali-kali. hehe..
Dengan dihitung gitu, kita bakal ngerasa risau banget kalau pengeluaran berlebihan dan ngerasa bangga banget kalau bisa berhemat. Mungkin kelihatannya sepele, pengeluaran 50,000 atau 20,000.. ya kecek lha ya.. tapi kalau dilihat, itu bukan uang kita, tapi masih ortu punya, hmm.. kalau ga mau dianggap anak kecil ama ortu yang cuma bisa bergantung sama beliau, yaa setidaknya kita bisa pake dengan lebih bijak atau lebih bagus lagi bisa mendapat penghasilan sendiri. Kita bisa bilang dengan PD-nya, kalau kita bukan anak kecil yang cuma bisa ditatah orang tua, tapi bisa berdiri sendiri. Suatu saat ortu butuh banget, siapa tau kita bisa ngebantu, hebat kan?! Lagipula sepertinya beliau akan lebih senang kalau kita pake uangnya dengan bijak. Walau gw belum punya anak, tapi gw bisa rasa lha.. hehe.. good luck! ☺

Saturday, July 01, 2006

Indahnya Bencana Alam

Sebenernya, bencana alam juga ada indahnya. mungkin uda waktunya melihat senyum alih-alih air mata karena bencana yang kita hadapi. OK OK .. gw memang belum pernah merasa bencana alam, tapi setidaknya ada bencana-bencana dalam hidup kita kan? yang mungkin yaa.. masih kalah hebat dari bencana alam. Tapi ada yang bisa kita petik dari bencana-bencana itu..
Dengan bencana alam, kita bisa terlepas dari materi yang mengikat kita selama ini. berapa persen dari waktu kita yang uda terkuras karena mikirin materi yang uda atau yang belum kita punya.. dan ujung2nya jadi lupa sama hal-hal esensi yang seharusnya kita pikirin dalam hidup. seperti solidaritas, hati nurani, dsb.
Dengan bencana alam, kita dan sekitar kita ga ada bedanya.. sama-sama kehilangan. ga ada tuh yang jadi pembanding lagi, dia lebih kaya, kita lebih kaya, dia punya ini itu dan kita ga punya. hal ini buat kita melupakan iri dengki yang selama ini terlintas tanpa sadar di kepala kita.
Dengan bencana alam, kita belajar untuk saling bantu dan membuat orang lain di luar sana diuji kepeduliannya terhadap kita.
Dengan bencana alam, kita mungkin kehilangan orang-orang yang kita sayang, tapi mereka toh bukan milik kita, tapi milik-Nya. Lagipula, hal itu bisa diartikan mereka ga perlu merasakan kesulitan atau kejamnya hidup (kaya judul acara TV ☺) hmm.. walau mungkin kita ingin mereka pergi tidak dengan cara seperti itu.
Dengan bencana alam, kita bisa melihat hati seorang anak kecil dengan lebih jelas yang sering kali kita ga pernah sadari kepolosan dan kejujurannya dalam sehari-hari.
Dengan bencana alam, kita diberi kesempatan memulai hari baru dengan lebih baik terlepas dari semua hal duniawi yang sudah mengikat kita selama ini.
Dengan bencana alam, kita bisa lebih sadar bahwa jika alam bisa sekuat itu menimbulkan kerusakan, bagaimana kuatnya Yang Menciptakannya..
jadi, tersenyumlah saudaraku.. jangan menangis. karena sejujurnya mungkin ini yang terbaik yang ingin Ia beri dengan cara yang mungkin terlihat buruk atau menyedihkan untuk manusia. Tapi ada yang harus dipelajari dan jika hanya air mata yang bisa kita hasilkan, kita ga akan pernah belajar. ☺